Rabu, 12 Agustus 2026 Berita Terkini & Terpercaya
zenmagazineafrica.comzenmagazineafrica.com
zenmagazineafrica.com - Your source for the latest articles and insights
Beranda › Inflasi AS Rendah Dorong Harga Emas dan Perak

Inflasi AS Rendah Dorong Harga Emas dan Perak

Inflasi AS Rendah Dorong Harga Emas dan Perak Melonjak Jakarta — Harga logam mulia emas dan perak kembali melonjak tajam di pasar

Inflasi AS Rendah Dorong Harga Emas dan Perak

Inflasi AS Rendah Dorong Harga Emas dan Perak Melonjak

Jakarta — Harga logam mulia emas dan perak kembali melonjak tajam di pasar komoditas global setelah data inflasi Amerika Serikat (AS) menunjukkan angka yang lebih rendah daripada perkiraan analis. Kondisi itu menumbuhkan ekspektasi bahwa bank sentral AS (Federal Reserve) akan menurunkan suku bunga di masa depan, mendorong investor memburu aset yang aman dari gejolak ekonomi.

Harga emas dunia mencatat kenaikan yang signifikan dan mendekati level tertinggi baru, sementara perak bahkan mencapai level rekor tertinggi dalam perdagangan terbaru. Kenaikan ini tidak hanya terjadi karena data inflasi yang jinak, tetapi juga diperkuat oleh ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global, sehingga permintaan terhadap aset lindung nilai seperti logam mulia semakin meningkat.

Analis pasar menyatakan bahwa inflasi yang lebih rendah biasanya mengurangi tekanan terhadap suku bunga, sehingga ekspektasi pemotongan suku bunga bank sentral semakin kuat. Kebijakan bunga yang lebih longgar cenderung membuat aset yang tidak memberikan bunga — seperti emas dan perak — menjadi lebih menarik bagi investor sebagai bentuk perlindungan terhadap risiko ekonomi dan pelemahan mata uang.

Selain respons pasar terhadap data inflasi, faktor lain seperti sentimen investor terhadap risiko global ikut mendorong reli harga logam mulia. Ketegangan geopolitik di berbagai wilayah serta kekhawatiran terhadap prospek ekonomi turut memperkuat minat terhadap emas dan perak sebagai tempat “aman” bagi modal dalam situasi pasar yang tidak menentu.

Dengan lonjakan ini, kedua logam tersebut menjadi sorotan pasar global dan berpeluang menarik lebih banyak investor yang ingin melindungi portofolio mereka dari fluktuasi nilai tukar mata uang dan inflasi tinggi di masa depan.

Baca Juga: nibdinkids.com