Rabu, 12 Agustus 2026 Berita Terkini & Terpercaya
zenmagazineafrica.comzenmagazineafrica.com
zenmagazineafrica.com - Your source for the latest articles and insights
Beranda › Polisi Telusuri Dugaan Penganiayaan Pedagang Es Ga...

Polisi Telusuri Dugaan Penganiayaan Pedagang Es Gabus

Polisi Telusuri Dugaan Penganiayaan Pedagang Es Gabus di Kemayoran Seorang pedagang es gabus tradisional bernama Suderajat (50) menjadi sorotan setelah videonya viral

Polisi Telusuri Dugaan Penganiayaan Pedagang Es Gabus

Polisi Telusuri Dugaan Penganiayaan Pedagang Es Gabus di Kemayoran

Seorang pedagang es gabus tradisional bernama Suderajat (50) menjadi sorotan setelah videonya viral di media sosial. Dalam rekaman itu, ia dituding oleh aparat Polri dan TNI di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat menjual es berbahan spons yang berbahaya. Tuduhan ini kemudian memicu kegaduhan publik.

Video yang beredar memperlihatkan oknum anggota Bhabinkamtibmas dan Babinsa memeriksa dagangan Suderajat dengan cara yang dinilai kasar. Dalam adegan tersebut, es gabus diremas dan bahkan diminta dimakan oleh pedagang sendiri untuk “membuktikan” bahan sponsnya. Aksi ini memicu kritik luas netizen karena dianggap menyinggung harkat pedagang kecil.

Polres Metro Jakarta Pusat kemudian melakukan pemeriksaan sampel es gabus tersebut. Hasil uji laboratorium dari tim DOKKES, Dokpol, Dinas Kesehatan, dan Laboratorium Forensik Polri menyatakan bahwa es gabus yang dijual aman dan layak dikonsumsi, tanpa bahan spons atau zat berbahaya.

Bentuk es kue atau es gabus yang diduga berbahan spon di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, dipastikan tidak benar.
Bentuk es kue atau es gabus yang diduga berbahan spon

Baca Juga : Obrolan Hangat Prabowo dan Zidane Soroti Kepemimpinan

Pihak aparat yang semula menuding barang tersebut pun meminta maaf secara terbuka. Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa dan Babinsa Kelurahan Utan Panjang menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang ditimbulkan karena video itu dan menyatakan tindakan mereka terlalu cepat menarik kesimpulan tanpa verifikasi ilmiah.

Walau sudah meminta maaf, Suderajat mengaku trauma atas kejadian itu dan merasa takut kembali berjualan di Kemayoran setelah videonya viral. Pengalaman pahit ini menyisakan dampak psikologis dan kekhawatiran terhadap usaha kecilnya, terutama setelah tuduhan itu beredar luas.

Polisi menyatakan akan menelusuri lebih lanjut pengakuan pedagang tersebut yang menyebut dirinya dianiaya saat diamankan. Penyidik masih akan mendalami apakah benar terdapat tindakan kekerasan fisik terhadap Suderajat saat proses penindakan di lapangan.

Kasus ini kemudian menjadi peringatan bagi aparat dan masyarakat. Pihak kepolisian mengimbau agar tindak lanjut dugaan pelanggaran dilakukan berdasarkan fakta ilmiah dan prosedur yang benar, serta berhati-hati dalam menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar tak merugikan pihak lain.

Baca Juga: Jalan Jalan