15+ Cara membuat Artikel Blog yang SEO Friendly dan Menarik dibaca

Pelajari dan pahami bagaimana langkah-langkah cara membuat artikel blog berkualitas tinggi, menarik serta juga SEO friendly.
cara membuat artikel

Cara Bikin Artikel Kualitas Tinggi

Mengetahui bagaimana cara membuat artikel memang menjadi salah satu skill penting agar sukses dalam pemasaran online.

Dengan bantuan skill ini, kita bisa menghasilkan konten yang tidak saja berkualitas tapi juga mampu menyampaikan pesan.

Karena kita sadar betul bahwa artikel adalah alat penting bagi kita untuk berkomunikasi secara efektif dengan audien.

Melalui artikel kita bisa menawarkan solusi atas masalah yang mereka hadapi, mengedukasi dan bahkan menawarkan produk dan jasa.

Oleh karenanya kita harus benar-benar bisa memastikan bahwa artikel yang kita tulis benar-benar mampu berkomunikasi secara efektif.

Tidak saja berkomunikasi dengan pembaca, tapi juga dengan bot.

Karena inilah tahapan awal sebelum artikel kita ditemukan dan dibaca oleh banyak pengunjung melalui blog kita.

Nah, bagi teman-teman yang masih kesulitan membuat artikel SEO friendly, mungkin panduan pada postingan ini bisa membantu.

Kita akan coba bahas dari bagian paling dasar hingga lanjutan.

#1 Fokus pada topik yang dikuasai

Daripada kita memaksakan diri membahas berbagai topik yang kadang tidak kita kuasai, lebih baik kita fokus pada niche yang kita kuasai saja.

Seperti niche yang hari ini penulis garap, digital marketing.

Penulis tidak pernah memaksakan diri untuk menulis niche kesehatan, diy, meliter, otomotif, wisata dan lain sebagainya.

Karena kemungkinan besar hasilnya tidak akan memuaskan.

Dengan fokus pada topik maupun niche yang kita kuasai, maka peluang menghasilkan artikel berkualitas semakin besar.

#2 Riset Kata Kunci

Saat menulis artikel, tentu kita berharap banyak yang baca.

Untuk memenuhi harapan ini, maka kita harus melakukan tahapan penting dalam SEO website anda, yaitu riset kata kunci.

Ini adalah tahapan yang tidak boleh dilewatkan sama sekali.

Kita harus memastikan artikel yang ditulis dibuat berdasarkan kata kunci yang kita temukan setelah melakukan riset kata kunci.

Untuk menemukan kata kunci ini, kita bisa menggunakan alat riset keyword seperti ubersuggest, ahrefs, semrush dan keyword revealer.

Sebenarnya banyak tool riset keyword lainnya, silahkan googling saja.

#3 Maksud Pencarian Kata Kunci

Maksud pencarian adalah istilah lain dari Search Intent, adalah niat yang melatar-belakangi seseorang menggunakan kueri tertentu.

Misalnya keyword : Cara Optimasi Youtube.

Dari keyword diatas kita harus memahami dengan baik apa yang melatar-belakangi mereka menggunakan keyword tersebut.

Mungkin karena subscriber channel mereka masih kecil, view video masih sedikit atau durasi tayang masih rendah.

Dengan mengetahui masalah yang mungkin mereka hadapi membuat kita lebih mudah menerka atau menduga search intent dari keyword tersebut.

Selanjutnya, setelah mengetahui search intent. Buatlah artikel yang mampu memenuhi search intent tersebut.

Misalnya kita harus bahas bagaimana cara meningkatkan subscriber, cara meningkatkan jumlah view serta cara membuat penonton betah.

Semakin sesuai konten yang kita tulis dengan search intent, maka semakin bagus user experiencenya. Semakin tinggi pula ranking website kita.

Pelajari topik search intent ini pada postingan lain.

#4 Tingkat Kesulitan

Tingkat kesulitan ini menandakan lever persaingan di pencarian Google.

Kita bisa menggunakan tool SEO seperti Moz, Ahrefs maupun SEMRush untuk mengetahui ranking difficulty sebuah website.

Metrik yang kita gunakan adalah domain authority, domain rating, referring domain. Semakin tinggi skornya, makin sulit persaingannya.

Alangkah baiknya kita menulis artikel untuk kata kunci yang volume pencariannya besar tapi tingkat kesulitannya rendah.

Walaupun hanya sebagai seorang penulis, tetap saja penting bagi kita untuk mengetahui tingkat kesulitan sebuah keyword.

Ini adalah impian banyak penulis dan praktisi SEO

#5 Struktur Artikel

Pada banyak kasus, merancang struktur konten akan membantu kita untuk menulis sebuah topik dengan lebih mudah.

Mulai dengan membua judul utama, sub-judul dan seterusnya.

Dan penulis biasanya menggunakan heading 1 hingga 4, walaupun lebih sering menggunakan heading 1 – 3 saja.

Ketika kita sudah meracang struktur sebelum mulai menulis, membuat kita lebih mudah dan cepat mengembangkan konten website nantinya.

#6 Panjang Artikel

Sebagian praktisi SEO menyakini bahwa panjang konten juga mempengaruhi kualitas konten website kita.

Makin panjang, maka makin berkualitas.

Sekilas ini ada benarnya, terutama ketika kita menargetkan kata kunci yang masuk kategori informational intent.

Dan Google sangat menyukai website yang menerbitkan konten yang mendalam, karena ini menandakan kualitasnya.

Backlinko menerbikan gambar seperti berikut

Long-form-Content-Total-Word-Count
Sumber: Backlinko

#7 Gambar

Satu gambar mewakili 1000 kata, cukup sering kita mendengar ungkapan ini. Dan ini memang benar adanya.

Kadang untuk menjelaskan satu hal, cukup dengan satu gambar saja.

Oleh karenanya, kita harus selalu menyertakan gambar pada setiap artikel yang kita terbitkan, agar artikel kita makin kaya informasi.

Pastikan gambar yang kita gunakan relevan.

Anda bisa membaca postingan kami yang lain terkait bagaimana cara optimasi gambar website untuk meningkatkan SEO website.

#9 Tautan Internal dan Eksternal

Sudah sangat sering kita bahas bahwa backlink memiliki peran yang sangat signifikan dalam menentukan peringkat website.

Baik link internal maupun link eksternal.

Untuk link eksternal, berguna bagi kita untuk meningkatkan otoritas website. Apalagi jika sumber backlink memang backlink berkualitas tinggi.

Seperti backlink PBN yang ditawarkan Agency SEO.

Pada sisi lain, internal link juga membantu untuk meningkatkan relevansi sebuah halaman website kita.

Ia membantu Google untuk memhami kontek artikel.

Bahkan lebih jauh lagi, internal link akan membantu untuk meningkatkan page view. Yang pada akhirnya meningkatkan user experience.

#10 CTA (Ajakan bertindak)

Kita menerbitkan artikel memang memiliki berbagai tujuan, ada yang ingin jual produk, edukasi atau sekedar berbagi informasi.

Apapun tujuan kita, perlu bagi kita untuk menyertakan call to action.

Apakah sekedar meminta mereka untuk membagikan postingan ke sosial media, download ebook bahkan beli produk kita.

Karena tanpa adanya call to action, kadang mereka bingung harus melakukan apa lagi, akhirnya close halaman website kita.

Padahal kita punya kesempatan untuk mendorong mereka membaca postingan kita yang lain tanpa usaha yang lebih keras.

#11 Plugin Yoast (WordPress)

#12. Tag Judul SEO

#13 URL

#14 Koreksi

#15 Penulis (EAT)

#16 Terbitkan

#17 Daftar indeks (Google Search Console)

#18 Tautan Kembali dari Posting Sebelumnya

https://www.thepowermba.com/en/blog/blog-post-checklist
Default image
Hidayat Mundana
Hi, Zen Magazine hadir untuk menyediakan informasi bermanfaat seputar Digital Marketing, Ecommerce, Layanan Optimasi website serta tips-tips dasar untuk pemula.
Articles: 22

Leave a Reply